Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Hadirkan FARMTASTIC , Kementan Ajak 177 Siswa Sekolah Rakyat Belajar Pertanian dan Peternakan Secara Langsung

02/10/2026 12:00:00 Admin Satker 17

BOGOR – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi 177 siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor melalui program wisata edukasi FARMTASTIC! pada Kamis (1/10/2026). 

 

Kegiatan yang diikuti siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta didampingi 20 orang pendamping ini, menjadi sarana mengenalkan dunia pertanian, peternakan, pangan, lingkungan, dan kesehatan hewan melalui pembelajaran secara langsung.

 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FARMTASTIC! merupakan salah satu program unggulan sekaligus inovasi BBPKH Cinagara dalam mengembangkan edukasi berbasis pertanian dan peternakan yang dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

 

 

“Melalui FARMTASTIC!, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya melihat dan mendengarkan, tetapi juga diajak untuk mengamati, mengeksplorasi, bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman secara langsung. Hari ini, kalian bukan hanya menjadi pengunjung, tetapi juga peserta pembelajaran,” ujar Inneke.

 

Ia menjelaskan, FARMTASTIC! dirancang untuk menjadikan lingkungan BBPKH Cinagara sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan peserta mengenal berbagai aspek pertanian dan peternakan melalui pengalaman langsung. 

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga rangkaian pembelajaran, yaitu Farm Explorer, Milk Venturer, serta Grow and Glow, yang masing-masing menawarkan pengalaman edukasi dengan pendekatan berbeda.

 

Melalui Farm Explorer, para siswa diperkenalkan dengan dunia peternakan, termasuk cara pemeliharaan hewan dan pentingnya menjaga kesehatan hewan. Selanjutnya, melalui Milk Venturer, peserta diajak mengenal proses pengolahan susu hingga menjadi produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Sementara itu, Grow and Glow memberikan pengalaman mengenal tanaman, pertanian, serta pemanfaatan lingkungan secara produktif.

 

Menurut Inneke, pengenalan pertanian dan peternakan sejak dini penting untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai proses produksi pangan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta beragam profesi yang berperan di dalamnya.

 

 

“Pertanian dan peternakan bukan hanya tentang menanam dan memelihara hewan. Di dalamnya terdapat ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan hewan, pangan, lingkungan, kewirausahaan, dan berbagai profesi. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan anak-anak bahwa sektor pertanian dan peternakan memiliki banyak peluang dan dapat menjadi bagian dari cita-cita mereka di masa depan,” ungkapnya.

 

Upaya mengenalkan pertanian kepada generasi muda ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional. Sektor pertanian memiliki peluang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, membangun usaha, dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Pengenalan sektor pertanian sejak dini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pendidikan, profesi, dan kewirausahaan di bidang pertanian.

 

 

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor, Fitri Puspitasari, menyambut baik kegiatan wisata edukasi tersebut sebagai kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas dengan praktik nyata di lapangan.

 

“Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran secara langsung bagi siswa-siswi kami di lapangan, sehingga materi yang selama ini mereka peroleh di dalam kelas dapat diintegrasikan dengan pengalaman nyata. Banyak hal yang dapat mereka pelajari, mulai dari pertanian terintegrasi, peternakan, hingga pengolahan produk hasil ternak, seperti pembuatan yoghurt dan berbagai produk pangan lainnya,” ungkap Fitri.

 

Ia berharap, pengalaman belajar dan melihat secara langsung berbagai proses tersebut dapat menggugah minat peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, wawasan mengenai pertanian, peternakan, dan pengolahan hasilnya juga diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi para siswa untuk mengenal peluang wirausaha di masa mendatang.

 

 

Melalui FARMTASTIC!, BBPKH Cinagara terus mengembangkan peran sebagai pusat edukasi yang terbuka bagi masyarakat, khususnya dalam mengenalkan pertanian, peternakan, pangan, lingkungan, dan kesehatan hewan kepada generasi muda. Pembelajaran berbasis pengalaman ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kecintaan pada dunia pertanian dan peternakan, serta inspirasi bagi siswa dalam menentukan cita-cita mereka.