Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Juleha Brebes Diperkuat, BBPKH Cinagara Siapkan Trainer Penyembelihan Halal Profesional

19/09/2026 14:11:00 Admin Satker 5

BOGOR – Kebutuhan terhadap juru sembelih halal (Juleha) yang memiliki keterampilan sesuai standar terus meningkat seiring tingginya kesadaran masyarakat terhadap pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juleha Brebes menggelar Training of Trainer (ToT) Juru Sembelih Halal pada 16 – 19 September 2026.

Pelatihan selama empat hari ini diarahkan untuk menyiapkan peserta yang tidak hanya mampu menerapkan teknik penyembelihan halal, tetapi juga dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada Juleha lainnya di daerah.

Program tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian memperkuat sumber daya manusia pada rantai penyediaan pangan asal hewan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung pertanian dan peternakan yang semakin modern.

“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian, termasuk bidang peternakan dan pangan asal hewan.

“Dengan SDM yang kompeten, kita dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH sekaligus mendukung implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia,” ujar Arsanti.

Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan ToT Juleha memiliki nilai strategis karena peserta dipersiapkan untuk menjadi penggerak peningkatan kapasitas di daerah.

“Juru sembelih halal memiliki peran penting dalam memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan halal, sekaligus memperhatikan aspek kesehatan, higiene, sanitasi, dan kesejahteraan hewan,” ujar Inneke.

Menurut dia, penguatan Juleha tidak cukup berhenti pada kemampuan melakukan penyembelihan. Pengetahuan mengenai penanganan hewan, kebersihan proses, hingga keamanan hasil sembelihan juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan pangan asal hewan yang berkualitas.

“Melalui ToT ini, kami berharap peserta tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menularkannya kepada Juleha lainnya. Dengan begitu, manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, menyambut baik kerja sama dengan BBPKH Cinagara tersebut. Menurutnya, ToT menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas Juleha sekaligus mendukung kebutuhan tenaga penyembelih halal di daerah.

“Kerja sama ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas Juleha di Brebes. Kami berharap peserta ToT nantinya dapat menjadi penggerak yang mampu berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada Juleha lainnya,” ujar Chasan.

Chasan mengatakan penguatan Juleha juga berkaitan dengan upaya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa proses penyembelihan dilakukan secara benar, baik dari aspek syariat maupun penanganan pangan asal hewan.

Pelaksanaan ToT tersebut melanjutkan sinergi BBPKH Cinagara dan pemangku kepentingan di Brebes dalam pengembangan Juleha. Sebelumnya, BBPKH Cinagara terlibat dalam sertifikasi kompetensi Juleha di Brebes yang diikuti 61 peserta pada Juli 2026. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari penguatan Program Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal (SADESA Juleha) di Kabupaten Brebes.

Melalui ToT, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada Juleha lain sehingga terbentuk lebih banyak tenaga penyembelih yang mampu menerapkan standar halal, higiene, sanitasi, dan kesejahteraan hewan.

Penutupan pada Sabtu (19/9/2026) menandai berakhirnya rangkaian pelatihan selama lima hari. Setelah kembali ke daerah masing-masing, peserta diharapkan dapat menjalankan peran sebagai trainer dan memperluas manfaat pembelajaran kepada Juleha lainnya di Kabupaten Brebes.