Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Bersama TNI AD Perkuat Kompetensi SDM Peternakan melalui Pelatihan di BBPKH Cinagara

02/11/2026 13:15:00 Admin Satker 36

Bogor – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Peternakan Terpadu bagi Prajurit TNI Angkatan Darat serta Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kerja Sama Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH) dan Peserta Mandiri Angkatan II Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Senin (2/11/2026) di Aula Rajawali BBPKH Cinagara, Bogor.

Penyelenggaraan kedua pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat kompetensi di bidang peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat, BRMP PKH, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, pelatihan diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan mampu menerapkan pengetahuan serta keterampilan di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam arah kebijakan pembangunan pertanian menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan. Pengembangan sektor peternakan perlu didukung peningkatan kapasitas pelaku, penerapan teknologi, penguatan produksi, serta pengembangan agribisnis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi. Pengembangan SDM pertanian tidak cukup hanya melalui penguasaan teori, tetapi harus diikuti kemampuan teknis dan keterampilan praktis agar peserta mampu menjadi pelaku sekaligus penggerak pembangunan pertanian di wilayah masing-masing.

Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Peternakan Terpadu diikuti oleh 25 prajurit dari berbagai kesatuan wilayah TNI Angkatan Darat. Sementara itu, Pelatihan Juru Sembelih Halal diikuti oleh 21 peserta, terdiri atas 11 pegawai lingkup BRMP PKH dan 10 peserta mandiri dari unsur masyarakat serta pelaku usaha.

Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Peternakan Terpadu berlangsung pada 2–11 November 2026, sedangkan Pelatihan Juru Sembelih Halal dilaksanakan pada 2–5 November 2026. Pembelajaran diselenggarakan secara klasikal melalui teori, diskusi, dan praktik dengan porsi praktik lapangan sekitar 70 persen.

Materi agribisnis peternakan terpadu mencakup pengembangan jiwa kewirausahaan, agribisnis sapi perah dan sapi potong, kambing perah, kambing dan domba potong, unggas petelur dan pedaging, aneka ternak, budidaya maggot, manajemen klinik hewan dan pet shop, pengolahan hasil peternakan, hingga pengolahan limbah ternak. Peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan lapangan ke P4S dan unit usaha peternakan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran praktik.

Sementara itu, Pelatihan Juru Sembelih Halal dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis penyembelihan sesuai standar halal dan syariat Islam. Materi mengacu pada 10 unit kompetensi Juru Sembelih Halal, dilengkapi praktik dan kunjungan lapangan ke Rumah Potong Hewan (RPH) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor.

Dalam sambutan perwakilan Kepala Dinas Administrasi Personel TNI Angkatan Darat, Doni Firmansyah, disampaikan bahwa pelatihan agribisnis peternakan terpadu memiliki arti penting dalam mempersiapkan prajurit agar tetap produktif dan mandiri, baik selama masa kedinasan maupun setelah memasuki masa purna tugas. Keterampilan di bidang peternakan diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH), Agus Susanto, dalam arahannya menekankan bahwa sektor peternakan masih memiliki tantangan besar, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan agribisnis peternakan yang perlu didukung peningkatan kompetensi, penerapan teknologi, serta penguatan pengelolaan usaha dari hulu hingga hilir.

Ia juga menyoroti pentingnya kompetensi Juru Sembelih Halal. Proses penyembelihan harus memenuhi persyaratan teknis dan ketentuan syariat Islam sehingga tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan. Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, diharapkan semakin banyak tenaga profesional yang mampu menjamin proses penyembelihan sesuai standar halal dan menghasilkan produk daging berkualitas.

Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa pelatihan harus berorientasi pada pencapaian kompetensi nyata. Peserta tidak hanya diharapkan memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis dan menerapkannya setelah kembali ke wilayah masing-masing.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menguasai keterampilan melalui praktik, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke wilayah masing-masing. Peserta juga diharapkan dapat menjadi penggerak pengembangan agribisnis peternakan, membangun kelompok binaan, dan mengembangkan usaha secara terintegrasi dari hulu hingga hilir,” demikian pesan Kepala BBPKH Cinagara.

Ia juga mendorong peserta TNI AD untuk mengembangkan kelompok-kelompok binaan berdasarkan potensi komoditas peternakan di wilayahnya. Pengembangan agribisnis perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga peningkatan nilai tambah produk peternakan. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat berkembang menjadi ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Rangkaian pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh jajaran pejabat yang hadir sebagai simbol dimulainya proses pembelajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan dokumentasi.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian melalui BBPKH Cinagara terus mendorong peningkatan kualitas SDM pertanian sebagai bagian dari pembangunan sektor peternakan yang produktif dan berkelanjutan. Sinergi dengan TNI Angkatan Darat, BRMP PKH, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan dapat memperluas penerapan ilmu dan keterampilan peternakan di berbagai wilayah.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga melahirkan wirausaha peternakan, menyiapkan prajurit yang produktif menjelang purna tugas, serta meningkatkan ketersediaan tenaga Juru Sembelih Halal yang kompeten. Pada akhirnya, upaya tersebut menjadi kontribusi nyata Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

BBPKH Cinagara – Pelatihan Hebat, Peternakan Kuat.