Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

50 Hektare Sawah Baru di Sumsel Mulai Ditanami, BBPKH Cinagara Dorong Percepatan Produksi

07/11/2026 12:00:00 Admin Satker 10

OGAN KOMERING ILIR – Sebanyak 50 hektare lahan cetak sawah baru di Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai ditanami melalui Gerakan Tanam Serempak Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah) Hybrid 2026, Sabtu (7/11/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di lahan Brigade Pangan Subur Makmur tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian mempercepat pemanfaatan lahan pertanian baru guna meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dan mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

 

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara turut mengawal pelaksanaan kegiatan tersebut melalui perannya dalam pendampingan Brigade Pangan di Sumatera Selatan.

 

Dari total 132,78 hektare lahan CSR yang dikontrakkan di Desa Tanjung Serang, seluruhnya telah menyelesaikan tahap pembersihan lahan (land clearing). Sementara itu, pengolahan lahan telah mencapai 60 hektare, dengan realisasi penanaman pada gerakan tanam serempak seluas 50 hektare.

 

Kepala BBPKH Cinagara sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Sumatera Selatan, Inneke Kusumawaty, mengatakan percepatan penanaman menjadi langkah penting agar lahan yang telah dicetak pemerintah dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan.

 

"Yang terpenting bukan hanya seberapa luas lahan yang berhasil dicetak, tetapi bagaimana lahan tersebut dapat segera ditanami, dikelola dengan baik, dan menghasilkan produksi secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi dan pendampingan di lapangan menjadi sangat penting," ujar Inneke.

 

Menurut Inneke, keberadaan Brigade Pangan menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengelolaan lahan pertanian baru, terutama melalui penerapan mekanisasi pertanian dan penguatan kapasitas petani.

 

Ia menilai dukungan alat dan mesin pertanian perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar pengelolaan lahan dapat berjalan efektif, mulai dari pengolahan tanah, penanaman hingga panen.

 

"Brigade Pangan harus mampu menjadi penggerak pertanian modern. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan teknologi, dan koordinasi yang baik, kami berharap potensi lahan pertanian di Sumatera Selatan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung swasembada pangan," katanya.

 

Gerakan tanam di Sumatera Selatan merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilaksanakan Kementerian Pertanian di sejumlah daerah. Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan dipimpin Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

 

Gerakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan lahan hasil cetak sawah dan optimalisasi lahan agar segera memasuki tahap produksi, sekaligus memperkuat peran petani, penyuluh, dan Brigade Pangan dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai arahannya menekankan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Karena itu, pemanfaatan lahan pertanian harus didukung ketersediaan sarana produksi, mekanisasi, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

 

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung percepatan pemanfaatan lahan CSR dan Oplah.

 

"Gerakan Tanam Serempak ini menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan lahan CSR dan Oplah agar segera produktif. Kami terus mendorong keterlibatan penyuluh, petani, dan Brigade Pangan untuk bersama-sama mengawal kegiatan di lapangan," ujar Idha.

 

Ia menambahkan, kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pengembangan lahan pertanian dapat memberikan hasil optimal sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

 

Pelaksanaan gerakan tanam di Desa Tanjung Serang turut dihadiri Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sumatera Selatan, Kepala BBPKH Cinagara, Kapolsek, Danramil, perwakilan BPLIP Kelas I Palembang, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI.

 

Hadir pula Camat Kayuagung, Kepala Desa Tanjung Serang, Brigade Pangan, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani setempat.

 

Melalui percepatan penanaman ini, lahan cetak sawah yang telah disiapkan diharapkan dapat segera memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi padi. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong pendampingan di lapangan agar pengembangan lahan baru tidak berhenti pada pencetakan sawah, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produksi secara berkelanjutan.